Raden Saleh adalah seorang Putra Adipati Tuban yaitu Temanggung wilatikta. Adapun menurut catatan silsilah Raden Said ini adalah dari keturunan Adipati Tuban yang pertama yaitu Ronggolawe atau Arya adikoro yang kemudian berputra area Tejo satu yang ber putra ariotedjo dua putra Arya Teja tiga . Berputra Raden Tumenggung wilatikta yang telah menurunkan Raden Said atau Sunan Kalijogo.
Adapun aria teja 1 dan 2 ini masih memeluk agama hindu. Sedang aria teja 3 dan raden tumenggung wilatkta sudah memeluk agama islam. Maka sudah selayaknaya kalau raden said sejak kecil sudah mendapat hemblengan dan di isi dengan ilmu ilmu islam oleh orang tanya dengan cara di serahkan kepada guru guru agama ladipaten.
Sejak kecil Raden said ini sudah nampak bahwa dia adalah calon yang berjiwa Luhur Dia seorang yang selalu taat kepada agama dan berbakti kepada orang ttujuan. pada ada orang-orang lemah mempunyai sifat dan sikap Welas Asih
Maka itulah beliau merasa iba dan tak sampai hati melihat rakyat banyak yang menderita Pada masa itu Majapahit sedang mengalami kemerosotan dari akibat perang saudara yang berlarut-larut pekerti para pembesar banyak yang tidak normal lagi sehingga kebanyakan dari mereka memanfaatkan kesempitan pemerintahan untuk berbuat sewenang-wenang terhadap rakyat.
Rakyat yang sudah banyak menjadi korban masih juga diperas dalam pembayaran pajak yang sangat tinggi , padahal penyetoran ke pemerintah pusat tidak seberapa bahkan barangkali pajak upeti tersebut bertahan di rumah para pejabat sendiri.
Lebih-lebih waktu itu musim kemaraunya panjang Tentu saja tidak ada panenan maka semakin beratnya penderitaan rakyat jelata. Raden Said tahu persis akan situasi dan kondisi rakyat di kala itu karena beliau walaupun seorang Putra bangsawan Tetapi lebih suka bergaul dengan masyarakat kebanyakan.
Pada suatu hari raden said mengajukan pertanyaan kepada Ramandanya tentang keadaan rakyat Tuban . yang maksudnya agar ramandanya mau berbuat sesuatu untuk menanggulangi penderita'an ra'yatnya.
Rupanya apa yang di aturkan raden said itu bertentangan dengan hati nurani ramandanya . merah padam ramandanya menahan marah , seraya berkata. Said kamu adalah anak anak jangan terlalu mencampuri urusan pemerintah . ketahuilah ..... Bahwa ramandamu ini ahnyalah pejabat bawahan, tidak dapat menolak tugas yg bdi bebankan.
Raden said mema'lumin akanb perasa'an ramandanya , maka beliau tidak berani berkata - kata lagi . sesa'at kemudian raden said menunduk dan minta diri dari hadapan ramandanya yang nampak dalam kekesalanya itu.
Setiap malam biasanya dimanfaatkan untuk membaca Alquran di rumah, Tetapi setelah terjadinya percakapan dengan ramandanya raden said nampak sering keluar rumah.
Saat-saat itulah beliau menyibukkan diri membongkar gudang Kadipaten untuk mengambil bahan makanan dan dibagi-bagikan kepada rakyat yang dipandang perlu diberi bagian. Dengan cara diam-diam malam-malam Raden Said menaruh bahan makanan itu di muka pintu depan Rumah rumah rakyat.
Karena demikian siang setelah terkait sehingga rakyat tidak pernah tahu siapa orang yang menaruh bahan makanan di muka pintu rumahnya. akan hal itu tentu saja rakyat menjadi terkejut dibuatnya dan juga merasa senang karena mereka memang membutuhkan barang-barang tersebut.
Temu diantara Raden Said menolong rakyat Tuban yang sangat dirahasiakan.
Raden said di usir orang tuanya.
Malam-malam berikutnya sebagaimana biasanya Raden said tetap melaksanakan kegiatannya mengambil barang-barang gudang untuk dibagi-bagikan kepada fakir dan miskin.
Penjaga kadipaten menjadi terkejut dan heran, setelah mengetahui barang barangbyang hendak dibsetorkan ke pusat keraja'an majapahit setiap hari semakin berkurang. Padahal tidaknpernah di ambil.
Penjaga gudang itu berpendapat , mungkin ada pencuri yang tidak diketahui masuk ke gudang itu akan melaporkan kejadian itu kepada sang Adipati dia masih berpikir dua kali ,,, jangan jangan dia sendiribyang malah tertuduh sebagai pencurinya. Karena tidak ada bukti siapa pencurinya.
Pada suatu malam dengan sengaja penjaga hutan mengintai dari kejauhan untuk mengetahui siapa gerangan pencurinya, sangat terkejut sekali penjaga gudang itu setelah tahu bahwa yang mencuri adalah putra Adipati sendiri yaitu Raden Said.
Mula-mula penjaga gudang itu merasa kebingungan, tetapi apa boleh buat daripada dia sendiri yang mendapat hukuman dari Adipati maka terpaksa dia bersama kawan-kawannya menangkap Raden Said.
Raden Said bersama barang barang bukti yang di bawahnya dihadapkan kepada Adipati . tentu saja sang Adipati sangat marah melihat anaknya mencoreng nama keluarga dengan perbuatan yang tidak sestinya di lakukan. Raden Said mendapatkan hukuman di kedua tangannya dicampur dengan rotan sebanyak 100 kali.
Setelah bebas dari Hukuman , raden said masih juga belum kapok ,dilanjutkan kegiatannya itu di luar lingkungan istana Kadipaten, berpakaian serba hitam dan memakai topeng khusus di wajahnya. Lalu merampok orang-orang kaya di Kadipaten dan yang menjadi incarannya terutama orang-orang kaya bahil dan para pejabat yang curang.
Hasil dari rampokannya dibagi-bagikan kepada fakir miskin, dan tidak seberapa lama berjalan akhirnya kegiatan Raden Said diketahui oleh seorang pimpinan perampok lain. Maka pimpinan perampok itu pun meniru Raden Said dalam berpakaian serba hitam dan bertopeng yang persis milik raden Said
Pada suatu malam terdengar jeritan para penduduk yang rumahnya di datangi kawanan perampok mendengar suara jeritan itu dengan cepat Raden said meloncat daan mendatangi tempat kejadian tersebut yang di. Yang Maksudnya hendak menolong . melihat kedatangan raden said dengan bertopeng itu , kawan perampok segera bertebaran melarikan diri.
Ketika raden said mendobrak pintu sebuah rumah , di suatu kamar nampak seorang berpakaian seperti dirinya dan bertopeng yang yang serupa sedang mengenakan pakaian kembali. Rupanya baru saja ia selesai memperkosa seorang gadis di dalam kamar itu.
Sebelum Raden Said bergerak untuk menangkapnya. pimpinan perampok itu pun sudah lebih dahulu kabur, saat itu pula para pemuda dan Kampung lain mengepung rumah tersebut dan gadis yang di perkosa perampok tadi telah bangkit dan memegang tangan Raden said dengan eratnya , Raden said yg sedang dalam kebingugan itu di tangkap oleh pemuda dan di bawa ke rumah kepala desa setempat.
Kepala desa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tetapi orang yang ditangkap itu sama sekali tidak menjawab sepatah kata pun. Kepala desa menjadinkesal di buatnya , dan dengan marah seraya membuka topeng di wajah orang itu. Setelah diketahui Siapa orang yang di balik topeng itu kepala desa tiba-tiba menjadi bengkoang karena terkejut dan tidak percaya ternyata perampok itu adalah Raden Said Putra Adipati junjunganya sendiri. Seketika itu pula masyarakat menjadi repot karena perampok dan pemerkosa itu putra adi patinya seendiri.
Kepala desa merasa menjadi serba salah terpaksa menutup menutup celah junjungannya tanpa diketahui masyarakat kepala desa itu membawa Raden Said ke istana Kadipaten.
Mengetahui hal itu Adipati menjadi lebih sangat marah kepada Raden Said anaknya sendiri, tanpa di pikir lebih jauh lagi raden said di unsir dari wilayah Kabupaten Tuban.
Dikatakan bahwa Raden said telah mengotori nama baik keluarganya sendiri dan tidak boleh kembali ke istana Kadipaten sebelum dapat menggetarkan dinding - dinding kadipaen dengan ayat ayat Alqur an yang sering di bacanya.
Mendengar kata-kata orang tuanya Raden saat hatinya menjadi hancur luluh karena harus menerima akibat yang tak pernah disangka-sangkanya, dengan wajah menunduk Raden saat meninggalkan istana Kadipaten Tuban pergi mengembara tanpa arah dan tujuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar