Header Ads

Sabtu, 27 Juni 2020

Memilih ilmu dan guru.ta'lim

Seharusnya seorang tolabul ilmi memilih ilmu yg lebih bagus bagusnya ilmu dan ilmu yg di butuhkan  dalam urusan agama di masa hidup dan masa akan datang
( akhirot).  Dan  seharusnya seorang santri harus mendahulukan mempelajari ilmu tauhid yaitu yg menjadi pondasinya ilmu,  sehingga santri mengenal allah ta'ala dengan dalil. 

Sesungguhnya imanya muqolid
( orang yg ikut ikutan/ tanpa belajar kitab) walaupun bener  akan tetapi org tersebut dosa karena meninggalkan dalil. Seorang santri haruslah memilih pelajaran yg kuno2 . Yaitu ilmunya Nabi( hadist), sohabat,tabi'in , tabi'in tabi'in.bukan ilmu yg baru baru.

Wahai santri takutlah jika mempelajari ilmu yg baru baru, dan takutlah jika sibuk dalam perdebatan , yg perdebatan itu nampak setelah wafatnya para pembesar agama ( ulama').  

Sesungguhnya perdebatan akan menjauhkan santri dari fikih, dan menyia nyiakan umur, mendatangkan ke gersahan hati , dan juga permusuhan..sesungguhnya perdebatan termasuk  tanda tanda qiyamat. Dan tanda di angkatnya ilmu dan juga fikih. Seperti halnya yg dinterangkan di hadist.

Adapun memilih guru maka sudah seharusnya memilih ustadz yg lebih aliim dan juga waro'i dan juga lebih tua usianya .
Seperti ketika Abu hanifah memilih guru kepada saikh Hamdan ibni abi sulaiman.  Setelah beliau angan angan dan juga tafakur.

Kemudian abu hanifah rohimahumullah berkata :  saya menemui seorang saikh  yg berwibawa, bijaksana, dan juga sabar 

Kemudian abu hanifah berkata lagi :
Saya menetab di kediaman saikh hamdan dan saya tidak meninggalkanya  sehingga semakin tumbuh dan bertambah, seperti tumbuhan yg tumbuh seiring berjalanya waktu  dan sampeilah ke martabat ijtihad.

Abau hanifah berkata : Saya mendengar hakim( ahli hikmah). Dari ahli hakim tanah samarqondi yg  dawuhnya :  sesungguhnya ada seseorang tolabul ilmi 
( santri)  yang musyawarah kepadaku dalam belajar  , dan seseorang santri tersebut mau berangkat ke tanah bukhoro. Untuk mencari ilmu.

Seperti halnya musyawaroh kepada seorang yg ahli hikmah,   penting sekali kita musyawaroh  dalam setiap perkara, sesungguhnya allah ta'ala perintah kepada rosulnya untuk muyowaroh di setiap perkara.  Tidaklah ada org yg lebih cerdas di banding rosul..dan melihat hal itu 
( tidak ada yg lebih cerdas di banding nabi). Maka rosul di perintahkan untuk musowaroh.kanjeng nabipun musyawarah kepada sohabatnya sehingga kebutuhan rumahnya pun di musyawarahkan.

Bahkan di dawuhkan  di konteks musyawaroh seseorang itu di bagi menjadi tiga golongan.

1. Seoarang yang sampurna
( seseorang yg  mempunyai pendapat yg benar kemudian ber musyawarah)

2. Seseorang yg separuh sempurna.
 ( seseorang yang mempunyai pendapat yang benar tapi tidak mau musyawarah. Ataupun musyawarah akan tetapi tak mempunyai pendapat.

3. Tidak termasuk dari kedua duanya.
( tidak sempurna sama sekali).yaiitu seseorang yang tidak mempunyai pendapat dan juga tidak mau musyawarah.

Ja'far shodiq berkata kepada sufyan alsauri  :  musyawarohlah di setiap perkaramu  bersama orang  yg takut kepada allah , 
Tholabul ilmi ( mencari ilmu) lebih luhur luhurnya  perkara, dan lebih sulit sulitnya perkara , maka dari itu musyawarah  dalam bab ilmu itu sangat penting  dan lebih wajib. Di banding perkara lain.

Hakim berkata ( orang yang  ahli hikmah) :
 Ketika engkau pergi ke tanag bukhoro' 
 ( maqsudnya belajar di tanah buqoro) janganlah tergesa gesa dalam memilih  imam ataupun kiyai.  Diamlah selama 2 bulan  sehingga engkau ber angan angan  dan memilih mu'alim.. Bahwasanya jika engkau berangkat  kepada alim( ustadz)
 Kemudian engkau mengawali belajar kepadanya  terkadang  pelajaranya tidak mbuatmu ta'jub , maka menjadi sebab engkau meninggalkan  ustadz  dan pindah ke ustadz lain ,, maka di situlah engkau tidak mendapat keberkahan ilmu ,, sebab membuat sakit hati ustadz , 

Maka angan anganlah setidaknya selama 2 bulan dalam memilih ustadz ( tidak harus 2 bulan yg penting sudah bnar benar yaqin lakukanlah). Musyawarahlah sehingga engkai yaqin dan tidak piindah pindah ke tempat lain. .dan menetaplah di kediaman sang kiyai atau mu'alim sehingga pelajaramu di berkahi , dan engkau mendapat manfa'at dari ilmumu  dengan banyak .

ketahuilah sesungguhnya sabar dan juga istiqomah adalah dasar2 yang  agung dalam setiap perkara , akan tetapi sabar dan istiqomah itu sulit.
Seperti yg di dawuhkan oleh ahli sya'ir.
    لكل الى شاؤ العلى حركات # 
ولكن عزيز فى الرجال ثبات
   Settiap perkara yg menuju ke tempat luhur membutuhkan upaya yg sungguh sungguh #  akan tetapi untuk melakukanya sulit.



  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Feed

Recent Story

Featured News

Back To Top